richmondexecutiveaviation.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menyerang tiga pangkalan udara Amerika Serikat. Serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone pada Minggu, 15 Maret 2026.
Informasi tersebut disampaikan melalui laporan kantor berita semi-resmi Fars. IRGC menyebut serangan ini sebagai bagian dari operasi militer berkelanjutan.
“Baca Juga: AS Tambah 2.500 Marinir, Sinyal Eskalasi di Timteng”
Target yang disebut mencakup pangkalan Al-Harir di Erbil. Selain itu, pangkalan Ali Al Salem dan Arifjan juga dilaporkan menjadi sasaran.
IRGC menyatakan lokasi tersebut merupakan pusat berkumpulnya pasukan AS. Serangan diklaim menggunakan persenjataan yang kuat dan terkoordinasi.
Operasi True Promise 4 Masuki Gelombang ke-52
Serangan ini disebut sebagai bagian dari “Operasi True Promise 4”. IRGC menyebut operasi tersebut telah memasuki gelombang ke-52.
Operasi ini digambarkan sebagai respons atas pembunuhan pekerja di zona industri Iran. Pernyataan tersebut menegaskan motif pembalasan dalam serangan.
Klaim ini menunjukkan intensitas operasi militer yang terus meningkat. IRGC menandai serangan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Namun, detail independen terkait dampak serangan belum sepenuhnya diverifikasi. Informasi masih bergantung pada pernyataan resmi pihak terkait.
Ancaman IRGC terhadap Benjamin Netanyahu Kembali Disuarakan
Dalam pernyataannya, IRGC juga mengancam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Mereka menyatakan akan terus mengejar dan menargetkannya.
Ancaman ini muncul di tengah spekulasi mengenai status Netanyahu. Sebelumnya, beredar klaim bahwa ia telah tewas akibat serangan Iran.
Namun, kantor Perdana Menteri Israel telah membantah klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa Netanyahu dalam kondisi baik.
Situasi ini menunjukkan adanya perang informasi di tengah konflik. Pernyataan dari berbagai pihak memperkuat ketegangan politik.
Serangan Balasan Iran Sebabkan Korban di Israel
Setelah serangan terbaru, dampak juga dirasakan di Israel. Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan di wilayah Holon.
Informasi tersebut disampaikan oleh media lokal Israel. Serangan rudal balistik menjadi salah satu penyebab insiden tersebut.
Meski korban relatif terbatas, situasi keamanan tetap menjadi perhatian. Serangan semacam ini meningkatkan risiko eskalasi konflik.
“Baca Juga: Altered Echoes Hadir 24 April 2026 di Little Nightmares VR”
Konflik Meluas dan Picu Dampak Regional Besar
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari. Serangan awal tersebut menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran.
Korban termasuk tokoh penting dalam kepemimpinan negara tersebut. Hal ini memicu respons militer besar dari Teheran.
Iran kemudian melancarkan serangan ke berbagai negara di kawasan. Target mencakup Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Serangan tersebut berdampak pada korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Selain itu, pasar global dan sektor penerbangan turut terganggu.
Situasi ini menunjukkan konflik telah meluas secara signifikan. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan stabilitas kawasan.




Leave a Reply