richmondexecutiveaviation.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya muncul di hadapan publik dalam konferensi pers pada Kamis, setelah perang dengan Iran berlangsung sejak 28 Februari 2026. Kemunculan ini menjadi penampilan publik pertamanya sejak konflik dimulai.
Konferensi pers tersebut juga sekaligus menjawab rumor yang beredar mengenai kematiannya. Sebelumnya, kantor berita semi pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan kabar yang menyebut Netanyahu tewas.
“Baca Juga: Pentagon: Perang Iran Habiskan Rp191,8 Triliun”
Dalam pernyataannya kepada media, Netanyahu mengatakan serangan Israel telah memberikan dampak besar terhadap Iran. Ia menilai operasi militer yang dimulai pada akhir Februari berhasil menimbulkan kerusakan signifikan pada kemampuan militer Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran yang kini meluas ke kawasan Timur Tengah.
Israel Klaim Serangan Tewaskan Ilmuwan Nuklir Iran
Dalam konferensi pers yang dilaporkan media internasional, Netanyahu menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir Iran. Ia menggambarkan korban tersebut sebagai tokoh penting dalam program nuklir Iran.
Selain itu, Netanyahu mengatakan operasi militer Israel juga menimbulkan kerusakan besar pada Korps Garda Revolusi Islam Iran. Pasukan paramiliter Basij juga disebut mengalami kerugian besar akibat serangan tersebut.
Menurut Netanyahu, operasi militer Israel telah menghambat kemampuan Iran untuk mengembangkan program nuklir dan balistiknya. Ia mengatakan serangan tersebut mencegah Iran memindahkan fasilitas penting ke lokasi bawah tanah.
“Iran bukan lagi Iran yang sama,” kata Netanyahu dalam konferensi pers tersebut. Pernyataan ini menggambarkan klaim Israel mengenai dampak operasi militer terhadap infrastruktur pertahanan Iran.
Netanyahu Singgung Pemimpin Baru Iran dan Hizbullah
Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Netanyahu juga ditanya mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru terpilih, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ia juga diminta berkomentar mengenai pemimpin Hizbullah Naim Qassem.
Netanyahu menolak memberikan jaminan keamanan terhadap kedua tokoh tersebut. Ia mengatakan tidak akan memberikan “polis asuransi jiwa” kepada pemimpin organisasi yang dianggap sebagai musuh Israel.
Ia juga menyebut Khamenei sebagai figur yang dipengaruhi oleh Garda Revolusi Iran. Netanyahu menilai pemimpin Iran tersebut tidak dapat tampil secara bebas di hadapan publik.
Komentar tersebut memperlihatkan ketegangan politik yang semakin tajam antara Israel dan Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Netanyahu Serukan Warga Iran Melawan Pemerintah
Netanyahu juga menyinggung situasi politik dalam negeri Iran. Ia mengomentari gelombang protes yang sebelumnya terjadi di beberapa kota di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan Israel berdiri di sisi rakyat Iran yang menuntut perubahan. Ia menyebut masa depan Iran berada di tangan rakyatnya sendiri.
Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyerukan warga Iran untuk menentang pemerintah mereka. Trump bahkan mengatakan kebebasan rakyat Iran sudah semakin dekat.
Komentar tersebut memperlihatkan dimensi politik yang lebih luas dari konflik militer yang sedang berlangsung.
“Baca Juga: Xiaomi Debutkan AI MiClaw untuk Pelajari Kebiasaan Pengguna”
Konflik Meluas dan Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Iran
Konflik antara Israel dan Iran juga berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah. Iran diketahui meluncurkan serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk.
Serangan tersebut memaksa beberapa terminal minyak di kawasan menghentikan operasinya. Kejadian ini juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan energi regional.
Iran menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menargetkan aset militer Amerika Serikat di kawasan. Namun sejumlah negara Teluk mengatakan serangan tersebut merusak kepercayaan diplomatik di wilayah tersebut.
Menanggapi situasi ini, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi rancangan resolusi yang disponsori Dewan Kerja Sama Teluk. Resolusi tersebut mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania.
Dewan Keamanan PBB juga menuntut Iran segera menghentikan tindakan permusuhan di kawasan tersebut.




Leave a Reply