richmondexecutiveaviation.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat berencana menarik sekitar 5.000 pasukan dari Jerman dalam beberapa bulan mendatang. Langkah tersebut muncul di tengah ketegangan politik antara Washington dan Berlin.
Rencana itu dilaporkan sehari setelah Donald Trump mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait konflik dengan Iran.
Amerika Serikat saat ini memiliki kehadiran militer besar di Jerman. Pada Desember lalu, lebih dari 36.000 personel aktif ditempatkan di berbagai pangkalan militer di negara tersebut.
“Baca Juga: Pernyataan Trump soal Kuba Jadi Sorotan Publik”
Penarikan pasukan diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dalam enam hingga dua belas bulan mendatang. Pentagon menyebut keputusan itu merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap posisi militer AS di Eropa.
Langkah ini kembali memunculkan perdebatan mengenai masa depan kehadiran militer Amerika di kawasan Eropa. Hubungan Washington dengan sejumlah sekutu NATO juga menjadi sorotan.
Trump Kritik Jerman di Tengah Ketegangan soal Iran
Ketegangan meningkat setelah Merz mengkritik pendekatan Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menyebut Washington tidak memiliki strategi jelas dalam menghadapi situasi tersebut.
Merz juga mengatakan para negosiator Iran berhasil mempermalukan Amerika Serikat dalam proses diplomasi. Menurutnya, pembicaraan tidak menghasilkan kemajuan berarti.
Sebagai tanggapan, Trump menyerang Merz melalui platform Truth Social. Trump menuduh pemimpin Jerman itu tidak memahami persoalan dan terlalu lunak terhadap Iran.
Trump juga mengkritik kondisi ekonomi dan kebijakan energi Jerman. Ia menilai Berlin menghadapi banyak masalah domestik yang belum terselesaikan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan memburuknya hubungan pribadi antara kedua pemimpin. Perbedaan pandangan soal Iran menjadi salah satu sumber utama ketegangan.
Jerman Sebut Penarikan Pasukan Sudah Bisa Diprediksi
Boris Pistorius mengatakan rencana penarikan pasukan bukan hal mengejutkan bagi Berlin. Ia menyebut langkah Amerika Serikat sudah dapat diprediksi sebelumnya.
Menurut Pistorius, kehadiran militer Amerika di Jerman tetap penting bagi kedua negara. Namun, ia mengakui Washington memang tengah mengurangi fokus militernya di Eropa.
Pemerintah Jerman kini memantau dampak strategis dari keputusan tersebut terhadap keamanan kawasan. Penarikan pasukan dapat memengaruhi keseimbangan pertahanan NATO di Eropa.
Meski demikian, Berlin belum memberikan respons keras terhadap kebijakan terbaru Washington. Pemerintah Jerman masih menjaga komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat.
Hubungan pertahanan kedua negara selama ini menjadi salah satu pilar utama NATO. Karena itu, perubahan besar dalam penempatan pasukan selalu mendapat perhatian luas.
Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Italia dan Spanyol
Selain Jerman, Trump juga membuka kemungkinan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol. Ia mengkritik kedua negara karena dianggap kurang mendukung operasi di Selat Hormuz.
Trump menyebut Italia tidak banyak membantu kepentingan Amerika Serikat. Sementara itu, Spanyol disebut menunjukkan sikap yang sangat buruk terhadap operasi tersebut.
Pernyataan itu kembali menunjukkan kritik lama Trump terhadap sekutu NATO. Ia sering menilai negara-negara Eropa kurang berkontribusi dalam keamanan bersama.
Trump selama bertahun-tahun menuntut sekutu NATO meningkatkan keterlibatan dan anggaran pertahanan mereka. Isu pembagian beban pertahanan menjadi salah satu fokus kebijakannya.
Saat ini, Amerika Serikat memiliki sekitar 12.000 personel militer di Italia dan sekitar 10.000 di Inggris. Kehadiran terbesar tetap berada di Jerman melalui berbagai pangkalan strategis.
“Baca Juga: Avalanche Studios Garap Proyek Open World Terbaru”
Ramstein Tetap Jadi Pusat Penting Militer AS di Eropa
Salah satu pangkalan utama Amerika Serikat di Jerman adalah Pangkalan Udara Ramstein. Lokasi tersebut menjadi pusat operasi penting militer AS di Eropa.
Ramstein memiliki peran strategis dalam logistik, transportasi udara, dan koordinasi operasi militer. Pangkalan ini telah lama menjadi simbol hubungan pertahanan AS dan Jerman.
Trump sebelumnya juga pernah mengusulkan pengurangan pasukan di Jerman. Namun, rencana tersebut belum sepenuhnya diterapkan hingga saat ini.
Penarikan terbaru diperkirakan akan kembali memicu diskusi mengenai masa depan NATO dan keamanan Eropa. Banyak pihak khawatir pengurangan pasukan dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
Di sisi lain, Washington menilai evaluasi penempatan militer diperlukan sesuai kondisi global terbaru. Pentagon menyebut kebutuhan operasional menjadi dasar utama keputusan tersebut.




Leave a Reply