Distributor Eropa Batasi Pembelian RTX 50 Series

Distributor Eropa Batasi Pembelian RTX 50 Series

richmondexecutiveaviation.com –  Kelangkaan RAM global kini mulai merembet ke sektor lain, termasuk pasar kartu grafis. Dampak ini dilaporkan sudah terasa di salah satu negara Eropa, dengan NVIDIA menjadi merek yang terdampak lebih awal. Informasi tersebut mencuat dari seorang pengguna Reddit yang juga berprofesi sebagai retailer perangkat keras komputer. Ia mengungkapkan bahwa pesanan kartu grafis NVIDIA RTX 50 series miliknya tiba-tiba dibatalkan oleh distributor.

“Baca Juga: Microsoft Diam-diam Nonaktifkan Aktivasi Via Telepon”

Menurut laporan tersebut, distributor yang berbasis di Jerman terpaksa membatalkan sejumlah pesanan karena keterbatasan stok. Kondisi ini menandai fase baru dari krisis komponen, di mana masalah tidak lagi terbatas pada memori, tetapi mulai memengaruhi ketersediaan GPU generasi terbaru di pasar ritel.

Distributor Jerman Batasi Penjualan RTX 50 Series

Dalam penjelasannya, retailer tersebut menyebutkan bahwa distributor hanya membuka penjualan untuk RTX 5070. Itupun dengan jumlah yang sangat terbatas, yakni hanya lima unit per model. Sementara itu, varian lain seperti RTX 5070 Ti, RTX 5080, hingga RTX 5090 dilaporkan tidak dapat dipesan sama sekali.

Kebijakan pembatasan ini disebut berlaku menyeluruh, baik untuk pesanan yang masuk sebelum maupun setelah 30 Desember 2025. Artinya, bukan hanya pemesanan baru yang terdampak, tetapi juga order lama yang sebelumnya sudah dikonfirmasi. Hal ini menunjukkan bahwa masalah pasokan terjadi secara mendadak dan cukup serius, sehingga distributor harus mengambil langkah ekstrem untuk menyesuaikan stok yang tersedia.

Harga RTX 5070 Melonjak Jauh di Atas Normal

Kelangkaan stok berbanding lurus dengan lonjakan harga. RTX 5070 yang dijual dengan kuota sangat terbatas tersebut dipasarkan dengan harga sekitar 2000 Euro per unit. Jika dikonversikan, angka tersebut mendekati 40 juta rupiah, jauh di atas harga yang diharapkan untuk kelas kartu grafis tersebut.

Harga ini memicu kekhawatiran di kalangan konsumen dan pelaku industri. Kondisi serupa sebelumnya pernah terjadi saat krisis chip global, di mana harga GPU melonjak tajam akibat pasokan yang tidak seimbang dengan permintaan. Jika situasi ini berlanjut, pasar kartu grafis berpotensi kembali mengalami periode harga tidak rasional, terutama untuk lini produk terbaru.

Situasi GPU AMD dan Potensi Kelangkaan Susulan

Di sisi lain, kartu grafis AMD dilaporkan masih relatif lebih mudah ditemukan. RX 9070 XT disebut sudah kembali tersedia di pasar. Namun, sejumlah pihak menilai kondisi ini bisa berubah dalam waktu dekat. Jika krisis RAM dan komponen pendukung lainnya terus berlanjut, bukan tidak mungkin AMD juga akan menghadapi masalah pasokan serupa.

Terlebih lagi, baik AMD maupun NVIDIA sebelumnya telah memberi sinyal mengenai rencana kenaikan harga GPU. Faktor biaya produksi yang meningkat, ditambah kelangkaan komponen, menjadi alasan utama di balik kebijakan tersebut. Dengan situasi pasar yang semakin tidak stabil, konsumen berpotensi menghadapi kombinasi terburuk antara stok terbatas dan harga yang semakin mahal.

“Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terancam Naik Usai Serangan AS”

Dampak Jangka Panjang bagi Pasar GPU Global

Kelangkaan RTX 50 series di Eropa menjadi indikator awal bahwa pasar GPU global sedang menghadapi tekanan baru. Jika masalah ini meluas ke wilayah lain, termasuk Asia dan Amerika, maka ketersediaan kartu grafis generasi terbaru bisa semakin sulit diakses oleh konsumen umum.

Bagi industri, kondisi ini berpotensi memperlambat adopsi teknologi grafis terbaru, terutama di segmen gaming dan kreator. Sementara bagi konsumen, pilihan untuk upgrade perangkat menjadi semakin berat karena harga yang tinggi dan stok yang tidak menentu. Dalam jangka panjang, stabilitas pasar GPU akan sangat bergantung pada seberapa cepat produsen memori dan komponen lain mampu mengatasi krisis pasokan yang sedang berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *