richmondexecutiveaviation.com – Hotta Studio akhirnya merespons kontroversi mengenai dugaan penggunaan AI di Neverness to Everness. Studio tersebut mengakui adanya penggunaan AI-assisted tools dalam proses produksi game, tetapi menegaskan penggunaannya sangat terbatas.
Kontroversi muncul setelah komunitas pemain menemukan beberapa asset lingkungan yang dianggap memiliki ciri khas gambar hasil Generative AI. Dugaan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial dan forum komunitas game.
Neverness to Everness atau NTE sendiri merupakan game live service berbasis gacha yang belakangan mendapat perhatian besar dari gamer global. Banyak pemain menjuluki game itu sebagai “anime GTA” karena konsep open-world modern yang diusungnya.
Karena popularitasnya terus meningkat, isu penggunaan AI langsung menjadi topik sensitif di komunitas. Industri game memang masih terpecah mengenai penggunaan AI generatif dalam pengembangan asset dan konten visual.
“Baca Juga: Integrasi Copilot di Konsol Xbox Resmi Dibatalkan”
Melalui akun resmi NTE_Global, Hotta Studio menegaskan fondasi utama game tetap dibuat oleh manusia. Studio menyebut karakter, cerita, dan dunia utama Neverness to Everness merupakan hasil kerja tim internal mereka.
Pernyataan tersebut ditujukan untuk meredakan kekhawatiran komunitas mengenai dominasi AI dalam proses kreatif game. Hotta ingin memastikan identitas utama game tetap berasal dari kreativitas seniman dan desainer manusia.
Namun, studio juga mengakui bahwa AI memang digunakan dalam sebagian kecil proses produksi.
Hotta Akui AI Dipakai untuk Asset Lingkungan
Dalam pernyataan resminya, Hotta Studio menjelaskan AI hanya digunakan pada sejumlah kecil asset background dan elemen lingkungan. Penggunaan tersebut disebut terbatas pada asset non-sensitif yang tidak berkaitan langsung dengan inti cerita atau karakter utama.
Studio menegaskan AI tidak digunakan untuk membuat karakter utama maupun alur cerita game. Menurut mereka, elemen-elemen penting tersebut tetap sepenuhnya dibuat oleh tim kreatif internal.
Pengakuan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa penggunaan AI memang ada di Neverness to Everness, meski skalanya disebut kecil. Pendekatan semacam ini kini mulai umum di sebagian industri game modern.
Banyak studio menggunakan AI-assisted tools untuk membantu pekerjaan repetitif atau asset pendukung yang dianggap tidak terlalu krusial secara artistik.
Meski demikian, penggunaan AI tetap menjadi isu sensitif di komunitas game. Sebagian pemain khawatir teknologi tersebut dapat mengurangi peran seniman manusia dalam industri kreatif.
Karena itu, banyak developer kini lebih berhati-hati dalam menjelaskan penggunaan AI kepada publik. Transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan komunitas.
Dalam kasus NTE, sebagian pemain mengapresiasi kejujuran Hotta Studio karena mengakui penggunaan AI secara terbuka. Namun, sebagian lain tetap mengkritik keputusan tersebut.
Perdebatan ini memperlihatkan bahwa penerimaan komunitas terhadap AI di game modern masih jauh dari kata stabil.
Hotta Studio Janji Tinjau dan Ulangi Asset Bermasalah
Sebagai respons terhadap kritik komunitas, Hotta Studio mengumumkan langkah evaluasi terhadap asset yang dipermasalahkan pemain. Studio menyebut beberapa konten kini sedang ditinjau dan dikerjakan ulang.
Asset dari konten “Clear Skies in Summer” dan “Pink Paws Heist” menjadi bagian yang disebut dalam pernyataan resmi mereka. Kedua konten itu sebelumnya menjadi fokus kritik komunitas terkait dugaan penggunaan AI.
Hotta mengatakan mereka mendengarkan masukan pemain secara aktif dan akan terus memperbaiki kualitas game. Studio juga meminta komunitas terus memberikan feedback selama proses pengembangan berlangsung.
Langkah tersebut menunjukkan developer mencoba menjaga hubungan baik dengan basis pemain mereka. Dalam game live service, dukungan komunitas memiliki peran sangat besar terhadap keberhasilan jangka panjang.
Banyak studio modern kini semakin bergantung pada komunikasi langsung dengan pemain melalui media sosial dan Discord. Kritik komunitas sering menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pengembangan.
Hotta tampaknya ingin meredam kontroversi sebelum isu tersebut berkembang lebih besar. Apalagi Neverness to Everness sedang berada dalam momentum popularitas yang sangat tinggi.
Transparansi dan respons cepat dinilai penting agar komunitas tidak kehilangan kepercayaan terhadap proyek tersebut.
Meski begitu, kontroversi AI kemungkinan masih akan terus membayangi game tersebut dalam beberapa waktu ke depan.
Industri Game Masih Terbelah Soal Penggunaan AI
Kasus Neverness to Everness kembali memperlihatkan bagaimana penggunaan AI di industri game masih menjadi topik panas. Banyak perusahaan kini mulai bereksperimen dengan AI-assisted tools, tetapi respons komunitas tetap beragam.
Sebagian perusahaan teknologi game mulai mengadopsi AI secara agresif untuk efisiensi produksi. Namun, banyak studio lain masih berhati-hati karena khawatir memicu reaksi negatif dari pemain.
Belum lama ini, Unity Technologies juga memperkenalkan Unity AI Beta yang memungkinkan developer membuat prototype dan asset game lewat prompt AI.
Di sisi lain, beberapa studio besar seperti Rockstar Games dikenal lebih konservatif terhadap penggunaan AI generatif.
Perdebatan utama biasanya berkaitan dengan dampak AI terhadap pekerjaan kreatif manusia. Banyak seniman khawatir asset berbasis AI dapat mengurangi kebutuhan tenaga artistik di industri game.
Namun, pendukung AI menilai teknologi tersebut hanya alat bantu tambahan untuk mempercepat produksi dan mengurangi pekerjaan repetitif.
Kasus NTE memperlihatkan bahwa garis batas penggunaan AI masih menjadi area abu-abu. Penggunaan terbatas pada asset lingkungan pun ternyata tetap mampu memicu kontroversi besar.
Situasi ini kemungkinan akan terus menjadi tantangan bagi developer game modern dalam beberapa tahun mendatang.
“Baca Juga: Perselisihan Trump-Merz Picu Rencana Penarikan Pasukan”
Neverness to Everness Tetap Raih Popularitas Besar
Kontroversi AI muncul di tengah kesuksesan besar Neverness to Everness dalam menarik perhatian gamer global. Game tersebut kini menjadi salah satu proyek anime open-world paling dibicarakan di komunitas gaming.
Menurut klaim yang beredar, NTE telah menembus lebih dari 90 juta pra-registrasi secara global. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat pemain terhadap proyek terbaru Hotta Studio.
Popularitas game banyak didorong oleh konsep dunia urban modern dengan nuansa anime futuristik. Banyak pemain membandingkannya dengan kombinasi game gacha dan kebebasan open-world ala GTA.
Visual bergaya anime dan elemen live service juga menjadi daya tarik utama bagi komunitas global. Karena itu, setiap kontroversi terkait game langsung mendapat perhatian besar di media sosial.
Bagi Hotta Studio, menjaga hubungan dengan komunitas menjadi semakin penting menjelang perilisan penuh game tersebut. Kontroversi AI dapat memengaruhi citra proyek apabila tidak ditangani dengan hati-hati.
Dengan mengakui penggunaan AI secara terbatas dan menjanjikan revisi asset, studio tampaknya mencoba mengambil pendekatan transparan terhadap komunitas.
Namun, perdebatan mengenai AI di industri game kemungkinan masih akan terus berkembang seiring semakin banyak developer mulai mengadopsi teknologi tersebut dalam proses produksi modern.




Leave a Reply