richmondexecutiveaviation.com – Grinding Gear Games resmi mengumumkan ekspansi terbaru untuk Path of Exile 2 berjudul Return of the Ancients. Update besar tersebut dijadwalkan meluncur pada 29 Mei dan disebut akan membawa perubahan besar pada pengalaman endgame game tersebut.
Ekspansi ini tidak hanya menghadirkan konten tambahan biasa. Grinding Gear Games menyebut Return of the Ancients sebagai pembaruan yang mendefinisikan ulang fondasi endgame Path of Exile 2 secara keseluruhan.
Bagi pemain veteran, update ini menawarkan sistem baru dan pengembangan mekanik yang lebih dalam. Sementara itu, pemain baru juga akan mendapatkan pengalaman yang lebih terarah saat memasuki dunia Wraeclast.
“Baca Juga: SK Hynix Belum Putuskan Tambah Produksi DRAM”
Path of Exile 2 sendiri menjadi salah satu action RPG paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sukses besar game pertamanya, Grinding Gear Games terus memperluas skala dan ambisi untuk seri lanjutan ini.
Ekspansi terbaru tersebut juga menjadi update besar terakhir sebelum perilisan penuh versi 1.0 yang ditargetkan hadir pada 2026.
The Fortress Hadirkan Eksplorasi Baru di Endgame
Dalam Return of the Ancients, dunia Wraeclast diceritakan semakin hancur akibat korupsi dari The Beast. Pemain akan dipandu oleh thaumaturge Vaal bernama Doryani untuk menjelajahi wilayah baru bernama The Fortress.
The Fortress digambarkan sebagai benteng raksasa yang muncul dari dalam tanah. Area ini menjadi pusat eksplorasi baru dalam sistem endgame Path of Exile 2.
Grinding Gear Games juga merombak sistem Atlas agar terasa lebih terstruktur. Kini, Atlas berubah menjadi dunia yang dapat dijelajahi penuh dengan tujuan jelas di setiap arah perjalanan pemain.
Salah satu perubahan paling penting adalah sistem akses bos. Kini, seluruh bos utama, termasuk Arbiter of Ash, dapat dihadapi melalui alur questline khusus. Pemain tidak lagi harus mengandalkan keberuntungan untuk mendapatkan key item tertentu.
Pendekatan tersebut diperkirakan membuat progres endgame terasa lebih konsisten dan tidak terlalu bergantung pada faktor acak. Sistem ini juga memberi arah lebih jelas bagi pemain yang ingin menantang konten tingkat tinggi.
Grinding Gear Games tampaknya ingin membuat pengalaman endgame lebih mudah dipahami tanpa mengurangi kedalaman gameplay khas Path of Exile.
Liga Baru Runes of Aldur Fokus pada Crafting dan Risiko
Ekspansi ini juga memperkenalkan liga baru bernama Runes of Aldur. Dalam cerita liga tersebut, pemain akan bertemu Farrow, seorang pandai besi muda yang mempelajari rahasia kuno Ezomyte Runesmithing.
Mekanisme utama liga ini berfokus pada crafting rune menggunakan material bernama Verisium. Pemain dapat menuliskan simbol pada Ezomyte Remnants untuk menciptakan efek tertentu.
Namun, sistem tersebut membawa elemen risk-reward yang cukup besar. Mengaktifkan rune akan membangkitkan musuh mayat hidup di sekitar pemain. Semakin kuat rune yang digunakan, semakin berbahaya pula musuh yang muncul.
Grinding Gear Games juga memperkenalkan sistem baru bernama Runic Ward. Mekanik ini berfungsi sebagai sumber pertahanan tambahan sekaligus bahan bakar untuk kemampuan khusus tertentu.
Liga baru ini tampaknya dirancang untuk mempertahankan ciri khas Path of Exile yang kompleks dan penuh eksperimen build. Pemain diperkirakan akan memiliki banyak kombinasi strategi baru melalui sistem rune tersebut.
Elemen crafting yang lebih mendalam juga menjadi salah satu fokus utama ekspansi kali ini. Sistem tersebut memungkinkan pemain menciptakan pendekatan bermain yang lebih fleksibel sesuai gaya masing-masing.
Dua Ascendancy Baru Tambah Variasi Gameplay
Return of the Ancients menghadirkan dua kelas Ascendancy baru untuk memperluas variasi gameplay. Kedua kelas tersebut adalah Spirit Walker untuk Huntress dan Martial Artist untuk Monk.
Spirit Walker digambarkan sebagai pengendali roh Azmerian. Kelas ini mampu memanggil roh rusa, burung hantu, dan beruang untuk membantu pertempuran. Uniknya, Spirit Walker juga dapat menjinakkan monster bos tertentu sebagai sekutu.
Pendekatan tersebut memberi gaya bermain summoner yang lebih agresif dan dinamis dibandingkan sistem pemanggilan biasa. Banyak pemain langsung tertarik dengan potensi build unik dari kelas tersebut.
Sementara itu, Martial Artist berfokus pada energi spiritual dan ilusi. Kelas ini memungkinkan pemain menciptakan bayangan yang meniru serangan karakter utama.
Selain itu, Martial Artist dapat menggunakan tato runik dan memanfaatkan sarung tangan sebagai senjata utama. Kombinasi mekanik tersebut memberi nuansa pertarungan cepat dengan fokus pada teknik dan manipulasi energi.
Dua Ascendancy baru ini memperlihatkan bagaimana Grinding Gear Games terus memperluas eksperimen desain karakter di Path of Exile 2. Variasi gameplay menjadi salah satu kekuatan utama franchise tersebut sejak seri pertama.
“Baca Juga: Sony Terdampak Besar Akibat Gagalnya Marathon”
Sistem Atlas, Konten Lama, dan QoL Ikut Diperbarui
Grinding Gear Games juga melakukan perombakan besar pada Atlas Passive Tree. Kini, node Atlas dapat dibuka dengan menyelesaikan peta di dalam Fortress.
Sistem baru ini menghadirkan lebih banyak pilihan ganda sehingga pemain dapat menyesuaikan pengalaman endgame tanpa terlalu sering melakukan respec. Selain itu, sistem Masters of the Atlas juga diperkenalkan melalui karakter seperti Jado dan Hilda.
Masing-masing Master memberikan bonus asimetris yang bisa diganti antar peta. Pendekatan ini memungkinkan variasi strategi lebih luas selama eksplorasi endgame.
Empat liga populer dari masa Early Access juga kembali hadir dengan cerita dan sistem lebih dalam. Delirium kini menghadirkan mekanik kabut yang lebih visual, sementara Breach membawa sistem hadiah baru bernama Wombgifts.
Ritual dan Expedition juga mendapatkan pengembangan cerita tambahan. Expedition kini menghadirkan eksplorasi laut prosedural untuk mencari Gwennen yang hilang.
Selain konten gameplay, Grinding Gear Games turut menghadirkan sejumlah fitur quality of life baru. Salah satunya adalah Build Planner in-game yang memungkinkan pemain melihat panduan build langsung di dalam permainan.
Fitur Trade Price Check juga hadir untuk mempermudah pengecekan harga item melalui kombinasi tombol tertentu. Tidak hanya itu, ekspansi ini menambahkan lebih dari 40 item unik baru untuk memperluas variasi build.
Dengan seluruh perubahan tersebut, Return of the Ancients menjadi salah satu update terbesar sepanjang pengembangan Path of Exile 2. Grinding Gear Games tampaknya ingin memastikan fondasi game benar-benar matang sebelum memasuki perilisan penuh versi 1.0 pada 2026 nanti.




Leave a Reply