richmondexecutiveaviation.com – Grinding Gear Games resmi mengumumkan ekspansi terbaru untuk Path of Exile 2. Ekspansi tersebut berjudul Return of the Ancients dan dijadwalkan meluncur pada 29 Mei mendatang. Update besar ini disebut akan mengubah fondasi pengalaman endgame secara menyeluruh. Developer menghadirkan berbagai konten baru untuk pemain veteran maupun pendatang baru. Dunia Wraeclast kini digambarkan semakin hancur akibat korupsi dari The Beast. Dalam ekspansi terbaru ini, pemain akan dipandu oleh thaumaturge Vaal bernama Doryani.
“Baca Juga: Sequel Lies of P Resmi Masuk Tahap Produksi Utama”
Bersama karakter tersebut, pemain akan menjelajahi The Fortress, benteng raksasa yang muncul dari dalam tanah. Grinding Gear Games tampaknya ingin membuat endgame terasa lebih terstruktur dibanding sebelumnya. Sistem Atlas kini diubah menjadi dunia eksplorasi penuh dengan tujuan yang lebih jelas. Setiap bos utama, termasuk Arbiter of Ash, kini memiliki jalur quest khusus. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pemain terhadap sistem drop key berbasis keberuntungan. Perubahan tersebut dinilai membuat progres endgame lebih konsisten dan ramah pemain baru.
Liga Baru Runes of Aldur Hadirkan Sistem Crafting Berisiko
Ekspansi terbaru ini juga menghadirkan liga baru bernama Runes of Aldur. Dalam liga tersebut, pemain akan bertemu pandai besi muda bernama Farrow. Karakter itu mengungkap rahasia kuno Ezomyte Runesmithing kepada pemain. Sistem crafting baru memungkinkan pemain memakai Verisium untuk menulis simbol pada Ezomyte Remnants. Mekanisme tersebut menghadirkan elemen risk-reward yang cukup unik di Path of Exile 2. Saat rune diaktifkan, mayat hidup di sekitar pemain akan bangkit menyerang. Semakin kuat rune yang dipakai, semakin berbahaya pula musuh yang muncul.
Beberapa musuh bahkan memiliki kemampuan api dan serangan sinar bulan mematikan. Namun, risiko tinggi tersebut diimbangi dengan hadiah crafting yang lebih besar. Selain itu, ekspansi ini juga memperkenalkan sumber daya pertahanan baru bernama Runic Ward. Sistem tersebut berfungsi sebagai nyawa tambahan sekaligus bahan bakar kemampuan spesial tertentu. Pendekatan ini membuat pertarungan terasa lebih strategis dan dinamis bagi pemain. Grinding Gear Games tampaknya ingin memperdalam elemen crafting sekaligus eksplorasi risiko dalam gameplay modern mereka.
Dua Ascendancy Baru Tambah Variasi Gameplay
Path of Exile 2 juga menghadirkan dua kelas Ascendancy baru melalui ekspansi ini. Kelas pertama adalah Spirit Walker untuk karakter Huntress. Spirit Walker memiliki kemampuan mengendalikan roh Azmerian dalam pertempuran. Pemain dapat memanggil roh rusa, burung hantu, hingga beruang untuk membantu bertarung. Menariknya, Spirit Walker juga bisa menjinakkan bos monster menjadi sekutu tempur. Mekanisme tersebut membuka variasi strategi baru dalam eksplorasi dan pertarungan. Kelas kedua adalah Martial Artist untuk karakter Monk.
Ascendancy ini berfokus pada ilusi dan energi spiritual dalam pertarungan jarak dekat. Martial Artist dapat menciptakan bayangan yang meniru setiap serangan pemain. Selain itu, pemain bisa menggunakan tato runik untuk meningkatkan kemampuan tertentu. Sarung tangan karakter juga dapat berubah menjadi senjata penghancur mematikan dalam pertarungan. Kehadiran dua Ascendancy baru ini memperkaya variasi build yang tersedia di game. Sistem build yang luas memang menjadi salah satu kekuatan utama franchise Path of Exile sejak awal. Developer tampaknya ingin terus memperluas fleksibilitas strategi pemain di sekuel terbaru ini.
Atlas Tree dan Konten Lama Dapat Perombakan Besar
Grinding Gear Games turut melakukan perubahan besar pada sistem Atlas Tree dan Master di endgame. Kini seluruh node Atlas Passive Tree dapat dibuka melalui penyelesaian peta dalam Fortress. Sistem baru menghadirkan lebih banyak pilihan ganda untuk penyesuaian pengalaman bermain. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan pemain melakukan respec secara berulang. Selain itu, sistem Masters of the Atlas kini diperluas dengan progres baru. Karakter seperti Jado dari Order of the Djinn dan Hilda sang Monster Hunter turut diperkenalkan. Mereka memberikan bonus asimetris unik yang bisa diganti antar peta.
Tidak hanya sistem baru, beberapa konten lama juga mendapatkan pembaruan besar. Liga Delirium kini menghadirkan visual kabut lebih dramatis saat melawan Tangmazu. Breach mendapat sistem waktu lebih jelas serta hadiah Wombgifts untuk crafting perhiasan. Ritual membawa pemain ke Wildwood bersama roh bernama Aoife melawan King in the Mists. Sementara itu, Expedition kini menghadirkan eksplorasi laut prosedural untuk mencari Gwennen yang hilang. Perubahan tersebut menunjukkan developer ingin menghidupkan kembali konten lama dengan pendekatan lebih modern.
“Baca Juga: Forza Horizon 6 Bocor di Steam Sebelum Rilis Resmi”
Fitur Quality of Life dan Rencana Menuju Versi 1.0
Selain konten besar, ekspansi ini juga membawa banyak fitur quality of life baru. Salah satu tambahan penting adalah sistem Challenge resmi dalam game. Pemain yang menyelesaikan delapan tantangan akan memperoleh zirah Knight of Aldur. Grinding Gear Games juga menambahkan Build Planner langsung di dalam game. Fitur tersebut memungkinkan pemain melihat panduan build menggunakan format file .build. Sistem ini mempermudah pemain baru memahami mekanisme kompleks Path of Exile 2. Fitur Trade Price Check juga hadir untuk membantu ekonomi dalam game.
Pemain cukup menekan Shift+Alt pada item untuk melihat harga pasar secara instan. Selain itu, tersedia lebih dari 40 item unik baru untuk ditemukan pemain. Beberapa di antaranya termasuk tongkat sihir Liminal Coil dan zirah Raven’s Flock. Developer menyebut Return of the Ancients sebagai update besar terakhir sebelum versi 1.0. Peluncuran penuh Path of Exile 2 ditargetkan berlangsung pada 2026 mendatang. Game ini akan tersedia di PC melalui Steam dan Epic Games Store, serta di PlayStation dan Xbox. Paket Supporter Early Access saat ini sudah tersedia mulai dari harga USD 30.




Leave a Reply